"WELCOME TO YANI'S BLOG"

Jumat, 09 April 2010

MAKALAH ISBD

Bab I

Pendahuluan

  1. LATAR BELAKANG

Secara sederhana ISBD adalah pengetahuan yang diharapakan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD pertama kali dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitism yang berasal dari istilah bahasa inggris “the humanities.” Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.

Program pendidikan ISBD bersifat mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat, manusia yang memiliki tanggung jawab, serta mampu memecahkan masalah dalam lingkungan kemasyarakatannya sesuai dengan ilmu ISBD.

  1. TUJUAN

Tujuan ISBD adalah mengembangkan kepribdian dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

  1. MANFAAT

ISBD diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

  1. RUMUSAN MASALAH

1. PENGANTAR ISBD

  1. HAKIKAT ISD DAN IBD
    1. HAKIKAT ISD
    2. HAKIKAT IBD
  2. RUANG LINGKUP ISD, IBD, DAN ISBD
  3. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA

2. MANUSIA DAN PERADABAN

A. HAKIKAT PERADABAN

B. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB

C. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

D. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL

E. PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA

    1. PENGARUH GLOBALISASI
    2. EFEK GLOBALISASI BAGI INDONESIA
    3. SIKAP TERHADAP GLOBALISASI

BAB II

ISI MAKALAH

1. PENGANTAR ISBD

A. HAKIKAT ISD DAN IBD

  1. Hakikat ISD

Ilmu sosial dasar (ISD) menggunakan pengertian yang berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia. ISD mempunyai tema pokok, yaitu hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya.

ISD adalah upaya untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial sehingga daya tangkap, persepsi dan penalaran terhadap lingkungan sosial meningkat, dengan demikian kepekaan sosial pun bertambah.

  1. Hakikat IBD

Ilmu budaya dasar (IBD) adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian yang berasal dari kata yang telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan atau keahlian.

Pokok kajian IBD adalah berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang satu. Termasuk pula didalamnya pemahaman akan sistem nilai budaya, yaitu konsepsi tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian besar masyarakat.

B. RUANG LINGKUP ISD, IBD, DAN ISBD

Ruang lingkup materi yang disajikan dalam ISD meliputi :

  1. Individu, keluarga dan masyarakat
  2. Masyarakat desa dan masyarakat kota
  3. Masalah penduduk
  4. Pelapisan sosial
  5. Pemuda dan sosialisasi
  6. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan

Yang dijadikan pokok kajian IBD adalah aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya, hakikat manusia yang satu, serta sistem nilai budaya. Ruang lingkup yang dijadikan tema dalam matakuliah IBD mencakup hal-hal berikut :

  1. Manusia dan pendangan hidup
  2. Manusia dan keindahan
  3. Manusia dan keadilan
  4. Manusia dan cinta kasih
  5. Manusia dan tanggung jawab
  6. Manusia dan kegelisahan
  7. Manusia dan harapan

Pemberian substansi kajian atau ruang lingkup kajian ISBD yang ada kepada mahasiswa diharapakan dapat mencapai kompetensi dasar matakuliah yang dimaksud. Kajian ISBD mencakup masalah sosial dan masalah budaya serta keberadaban manusia sebagai subjek bagi masalah-maslah tersebut.

C. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA

ISBD sebagai integrasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada para mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan dan budaya. Selanjutnya, diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secar arif.

ISBD memberikan alternative sudut pandang atas pemecahan masalah sosial budaya di masyarakat. Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi masalah sosial. Pendekatan dalam ISBD bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat integrasi. ISBD digunakan untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya. Sedangkan pendekatan dalam ilmu sosial lebih bersifat subject orientad, artinya berdasarkan sudut pandang dari ilmu sosial tersebut.

2.MANUSIA DAN PERADABAN

A. HAKIKAT PERADABAN

Kebudayaan pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa menusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta (akal) menusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alat-alat indranya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memnuhi kebutuhannya. Hasil atau produk kebudayaan manusia inilah yang menghasilkan peradaban.

Peradaban berasal dari kata adab yang dapat diartikan sopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, berakhlak, yang semuanya menunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia. Peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.

Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan tingkat pendidikan. Dengan demikian, suatu bangsa yang memiliki kebudayaan tinggi (peradaban) dapat dinilai dari tingkat pendidikan, kemajuan teknologi, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

B. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB

Perdaban tidak hanya menunjuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik. Tetapi juga wujud gagasan dan perilaku manusia. Kebudayaan berwujud gagasan/ide, perilaku/aktivitas, dan benda-benda. Sedangkan peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah dan maju.

Manusia merupakan makhluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban. Disamping itu, manusia sebagai makhluk sosial juga mampu menciptakan masyarakat yang beradab. Orang yang beradab adalah orang yang berkesopanan, berakhlak, dan berbudi pekerti luhur dalam berprilaku, termasuk pula gagasan-gagasannya. Manusia yang beradab adalah manusia yang bisa menyelaraskan antara cipta, rasa, dan karsa.

Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugerahi harkat, martabat, serta potensi kemanusiaan yang tinggi. Manusia beradab pastilah berkeinginan untuk membentuk masyarakat yang beradab. Masayarakat yang berkeadaban memiliki cirri-ciri antara lain eglitarianisme, menghargai prestasi, keterbukaan, penegakan hukum dan keadilan, toleransi dan pluralisme serta musyawarah.

C. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Kebudayaan itu telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan yang kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan. Evolusi kebudayaaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya atau akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu. Kebudayaan bermula dari kemampuan akal dan budi daya manusia dalam menanggapi, merespons dan mengatasi tantangan alam dan lingkungan dalam upaya mencapai kebutuhan hidupnya.

Sejarah kebudayaan di Indonesia dibagai menjadi empat masa:

  1. Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abda ke-5 masehi
  2. Zaman purba, yitu sejak datangnya pengareuh India pada abad pertama masehi sampai dengan runtuhnya majapahit sekitar tahun 1500 Masehi
  3. Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh islam menjelang akhir kerajaan majapahit sampai dengan abad ke-19
  4. Zaman baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun 1900 sampai sekarang

Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Evolusi kebudayaan bisa mencapai sampai pada taraf tinggi yaitu peradaban.

D. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL

Peradaban itu lahir sebagai respons (tanggapan) manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaklukkan, dan mengolah alam sebagai tantangan guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya.

Perubahan peradaban umat manusia telah mengalami tiga gelombang:

  1. Revolusi hijau, dalam gelombang ini manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian (800SM-1500M)
  2. Revolusi industri, masa ini dimulai dengan penemuan mesin uap (1700 M-1970M)
  3. Revolusi informasi, ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dalam berbagai bidang (1970M-sekarang)

Perubahan –perubahan yang dialami oleh Negara-negara dunia terjadi karena interaksi yang dekat dan intensif antarnegara, terutama Negara berkembang akan terpengaruh oleh kemajuan dinegara-negara maju.

E. PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA

Kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi digerakkan oleh kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi dan informasi komunikasi. Globalisasi dimunculkan oleh Negara-negara maju dalam menguasai teknologi.

1. PENGARUH GLOBALISASI

Globalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan. Pengarauh globalisasi terhadap ideology dan politik adalah akan semakin menguatnya pengaruh ideology liberal dalam perpolitikan negar-negara berkembang yang ditandai oleh menguatnya ide kebebasan dan demokrasi, membawa internasionalisasi dan penyebaran pemikiran serta nilai-nilai demokratis.

Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi antara lain menguatnya kapitalisme dan pasar bebas & semakin ketatnya persaingan dalam menghasilkan barang dan jasa dalam pasar bebas.

Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya adalah masuknya nilai-nilai dari peradaban lain.

Pengaruh globalisasi terhadap pertahanan dan keamanan Negara antara lain, menyebarnya perdagangan dan industri diseluruh duni akan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan yang dapat mengganggu keamanan bangsa.

2. EFEK GLOBALISASI bagi INDONESIA

1. Aspek positif globalisasi:

a) kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi

b) kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia untuk berhubungan dengan manusia lain

c) kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi meningkatkan efisiensi

2. aspek negatif globalisasi

a) masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan identitas suatu bangsa

b) eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang makin besar

c) dalam bidang ekonomi berkembang nilai-nilai konsumerisme dan individual yang menggeser nilai-nilai sosial masyarakat

3. SIKAP TERHADAP GLOBALISASI

Ada 3 kelompok sikap terhadap globalisasi, yaitu:

  1. Zero sum nationalism, yaitu pihak yang menginginkan agar pemerintah mengutamaklan kepentingan nasional (mengabaikan arus globalisasi) walaupun hal tersebut dapat merugikan Negara lain. Dapat dilakukan dengan menolak pasar bebas dan melarang import.
  2. Laisser faire cosmopolitanism, yaitu pihak yang menghendaki agar pemerintah tidak ikut campur tangan dalm perekonomian nasional maupun internasional. Mereka beranggapan seluruh dunia adalah satu pasar dan satu perekonomian (pasar bebas)
  3. Possitive economic nationalism, yaitu pihak yang menghendaki pemerintah meningkatkan kemampuan rakyatnya secara optimal agar dapat bersaing dalam perekonomian internasional. Pemerintah dituntut untuk bekerjasama dengan Negara lain demi keseimbangan perekonomian internasional.

Sikap yang harus dikembangkan terhadap dampak globalisasi, yaitu:

  1. menyiapkan SDM yang berdaya saing melalui pendidikan
  2. menyiapkan agar perekonomian agar siap mengahadapi pasar bebas
  3. meningkatkan kehidupan demokrasi dan menghargai HAM
  4. mengembangkan sikap kosmopolit dan toleran
  5. memperkuat kepribadian bangsa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar